Pemerintah Pessel Diminta Kreatif Mencari Peluang Ekonomi saat Event TdS 2019

Ilustrasi
Ilustrasi (Dokumen klikpositif)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat sangat menyambut baik Tour de Singkarak (TdS) 2019. Kendati demikian tentu harus ada cacatan bagi Pemkab dan pelaksana untuk menjadi ikon TdS lebih dari sekedar euforia.

Syaiful Ardi, seorang tokoh masyarakat Pesisir Selatan yang juga merupakan anggota DPRD Sumbar periode 2014-2019 mengungkapkan, pelaksanaan TdS 2019 harus mesti terukur. Tidak hanya sekedar menyukseskan event saja, tetapi juga memikirkan dampak yang positif bagi masyarakat.

"Yang pertama tentu dampak ekonominya, karena TdS digelar pakai anggaran 'kan'. Jadi kalau tidak berbicara ekonomi, tentu hanya euforia yang kita dapat," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF, Selasa 8 Oktober 2019.

Baca Juga

Ia menjelaskan, jika menggunakan anggaran tentu pemerintah harus memikirkan juga anggaran yang masuk. Jadi untuk menyikapi hal ini, Pemkab harus lebib kreatif untuk mencari peluang dalam menghasilkan ekonomi.

"Jadi pemerintah harus kreatif dalam hal ini. Karena kita dari masyarakat tidak ingin hanya sekedar meningkatkan animo saja. Tapi lebih kepada ekonomi kita," terangnya.

Menurutnya, jika Pemkab Pessel ingin mencari peluang ekonomi, tentu tahapan dan teknisnya harus matang. Seperti halnya tidak hanya sekedar lewat tetapi, juga singgah disetiap rute yang dilalui.

"Sepanjang pemberhentiannya akan berdampak baik pada ekonomi. Kalau hanya lewat, tidak akan berdampak pada ekonomi. Kerena jikapun ada warga yang berdagang, pembelinya pun tidak akan bertahan lama," jelasnya.

Ia berharap, pada TdS 2019, pemerintah lebih memiliki kreatif dalam memberikan dampak positif terhadap iven yang digelar. Sebab, memang ketika sudah bisa menghibur masyarakat, tetapi dampaknya tidak jelas mesti terhadap promosi sendiri.

"Setiap event besar seperti ini yang kita tuju adalah dampak ekonomi pada masyarakat. Kalau PAD sudah pasti tidak ada, apalagi promosi itu hanya seketika itu saja ramai, besok-besok tidak," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat sudah mematangkan setiap perencanaan pada TdS 2019, dan TdS tahun ini juga dinilai jauh berbeda dengan event TdS sebelumnya karena Pesisir Selatan akan dilalui dua etape.

Dengan dua etape pada tahun ini, direncanakan saat start etape 8 di Painan, para atlet juga bakal menginap di Pesisir Selatan dan dinilai akan memberikan peluang ekonomi terhadap masyarakat, salah satunnya dengan bertambahnya hunian hotel.

"Kalau sudah menginap, secara otomatis tentu berdampak ekonomis terhadap daerah kita. Salah satunya dengan terhuni sejumlah hotel dan penginapan kita," ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Hadi Susilo saat dihubungi KLIKPOSITIF.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R