Usai Juara di Vietnam, Pelajar SMAN 2 Payakumbuh Wakili Indonesia di GITC 2018

Akhlaqul Imam yang merupakan pelajar SMAN 2 Payakumbuh kembali wakili Indonesia di ajang yang sama pada 8-12 November 2018.
Akhlaqul Imam yang merupakan pelajar SMAN 2 Payakumbuh kembali wakili Indonesia di ajang yang sama pada 8-12 November 2018. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Usai juarai Global IT Challenge di Vietnam tahun 2017, Akhlaqul Imam yang merupakan pelajar SMAN 2 Payakumbuh kembali wakili Indonesia di ajang yang sama pada 8-12 November 2018.

Global IT Challenge (GITC) For Youth With Disabilities 2018 tahun ini akan diselenggarakan di Hotel Ashok, New Delhi, India.

baca juga: WhatsApp Uji Coba Fitur Add Contact Baru

Akhlaqul Imam merupakan warga Jorong Pakan Rabaa Kenagarian Batu Payuang Kecamatan Lareh Sago Halaban. Ia juga seorang penyandang disabilitas dan merupakan satu-satunya asal Provinsi Sumatera Barat dari delapan orang peserta keseluruhan dari Indonesia.

Meskipun dalam kondisi Low Vision atau mengalami disabilitas penglihatan dekat, ia tetap berprestasi hingga tingkat dunia. Untuk mengikuti GITC 2018 ini ia akan didampingi Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Nasional.

baca juga: Dirjen IKP: Masa Pandemi, Masyarakat Cepat Adaptasi Teknologi Internet

Imam saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa 30 Oktober mengatakan tahun ini tahun kedua dirinya mengikuti Global IT Challenge. Sebelumnya, ia juga telah mengikuti kompetisi yang sama pada tahun 2017 di hanoi, Vietnam.

"Alhamdulillah tahun lalu berhasil menjadi juara pertama pada kategori e-tool exel dan dua gelar juara 3 kategori e-life map dan e-design," kata putera satu-satunya dari pasangan Yasril (50) dengan Erlis Idris (57).

baca juga: Messenger Room Kini Bisa Diakses dari Instagram

Sebelum berangkat ke New Delhi, ia berharap dukungan moril atau materil dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten Limapuluh Kota. Hal ini dimaksudkan untuk kelancaran mengikuti kompetisi yang akan segera diikutinya.

Selain berprestasi di bidang IT, Imam juga telah mengoleksi ratusan prestasi tingkat Nasional dan Sumatera Barat dalam berbagai bidang lainnya di luar bidang olahraga. Salah satu yang paling membanggakan adalah ia telah memiliki pondok Tahfiz (penghapal Alquran) di Pakan Raba’a, Kabupaten Limapuluh Kota. (Ade Suhendra)

baca juga: Facebook Akan Permanenkan Karyawan Bekerja di Rumah

Penulis: Eko Fajri