Basyirudin, Seabrek Prestasi dan Inovasi di Usia Mendekati Pensiun

Basyirudin
Basyirudin (istimewa)

Melahirkan inovasi dan ide-ide kreatif, bukan hanya dominasi kaum muda. Mereka yang sudah tua, juga bisa berinovasi dan berprestasi di berbagai bidang yang ditekuni. Hal itulah yang dibuktikan Basyirudin (55), Staf Semen Padang di Biro Pembinaan Pendidikan dan Latihan PT Semen Padang. Di usianya yang sudah mendekati pensiun, pria yang telah mengabdi di PT Semen Padang selama 34 tahun itu telah melahirkan banyak inovasi. Hingga saat ini, dia tidak henti berkreasi untuk kemajuan perusahaan.

***

JUMAT, 13 Oktober 2017 siang, sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah petugas Perpustakaan PT Semen Padang terlihat melayani para pengunjung yang datang meminjam maupun mengembalikan buku koleksi perpustakaan itu. Sedangkan beberapa petugas lainnya, nampak sibuk menyusun sejumlah buku di rak yang ada di perpustakaan berlantai dua tersebut.

Baca Juga

Wartawan KLIKPOSITIF yang datang berkunjung kemudian dihampiri seorang perempuan berhijab. “Apa yang bisa kami bantu pak,” tanya wanita itu menyapa dengan ramah. Ketika ditanyakan dimana ruangan Bapak Basyirudin, yang merupakan Kepala Urusan Bidang Knowledge Management di Biro Bin Diklat PT Semen Padang, wanita yang diketahui siswa magang asal sebuah SMK di Solok Selatan itu kemudian menunjuk ke lantai dua.

“Ruangannya di lantai dua gedung ini pak. Tapi saat ini beliau sedang keluar sebentar. Tunggu saja pak, sebentar lagi Pak Bas—begitu Basyirudin disapa—sampai ke perpustakaan ini pak,” kata siswa magang tersebut.

Benar saja, sekitar lima menit menunggu, Basyirudin pun datang. Pria ramah itu mengajak KLIKPOSITIF ke ruang kerjanya. Di dinding ruang itu terlihat belasan piagam penghargaan yang telah dibingkai, tepat di belakang meja kerja Basyirudin.

“Banyak sekali penghargaannya pak. Ini semua punya bapak, ya,” tanya KLIKPOSITIF kepada Basyiruddin. “Ya, begitulah kira-kira. Penghargaan ini saya raih sejak saya bekerja di PT Semen Padang. Semua penghargaan ini diberikan manajemen perusahaan,” kata Basyirudin menimpali.

Basyirudin merupakan salah seorang karyawan berprestasi di PT Semen Padang. Sejak bekerja di PT Semen Padang pada tahun 1983, seabrek prestasi telah diraih oleh suami dari Delfianti (49), atlet nasional Cabor Bowling yang pernah menyumbangkan medali emas untuk Sumbar pada PON XVII di Kalimantan Timur.

Di antara prestasi Basyiruddin itu adalah, meraih penghargaan SMI-AI 2010, Workshop Videography 2012, Workshop Autonomous Maintenance 2012, SMI-AI 2013, Bulan Mutu dan K3 Nasional 2013, SMI-AI 2014, Semen Padang Improvement Event #2 tahun 2015, Semen Padang Improvement Event #2 tahun 2016, dan Kompetensi Liputan Online PT Semen Padang 2016.

Dari semua penghargaan tersebut, yang tertinggi adalah penghargaan SMI-AI 2010. Pada penghargaan itu, ia bersama tim Tahu Campur Padang yang dikoordinir Iskandar Z Lubis yang saat ini menjabat Kadep KSU PT Semen Padang, mengusung tema “Membangun Tool untuk Knowledge Management SGG yang Berbasis IT dan Multimedia”.

“Pada event ini, kami meraih penghargaan The Best Of Innovation On Management System Category. Event ini sangat selektif, karena seleksi yang dilakukan tim dari Semen Indonesia dimulai dari masing-masing opco. Untuk Semen Padang sendiri, ada sekitar 60 tim innovasi yang ikut seleksi.

Dari jumlah tersebut, terpilihlah tiga tim. Salah satunya tim Tahu Campur Padang. Tim inilah kemudian dikirim untuk mengikuti SMI-AI. Ivent ini diikuti oleh tiga opco di lingkungan semen Indonesia Grup. Alhamdulillah, kami keluar sebagai terbaik,”bebernya.

Ayah dari Produser Lapangan CNN Indonesia, Heranof Albasyir ini menyebut bahwa tema yang diperlombakan dalam SMI-AI itu, kini diimplementasikan ke PT Semen Padang dalam bentuk aplikasi, karena manfaatnya sangat besar. Sebab, aplikasi bernama Knowledge Management Center itu bisa diakses karyawan melalui internet.

“Aplikasi Knowledge Management Center itu menyediakan berbagai materi yang berhubungan dengan pengelolaan pabrik. Jadi, bagi karyawan yang ingin mencari referensi tentang pengelolaan pabrik, karyawan tinggal login di aplikasi Knowledge Management Center. Di aplikasi ini, juga tersedia materi pendidikan, training, resume, inovasi dan lain sebagainya. Saat ini, ada 836 materi tersedia di aplikasi tersebut,” ujarnya.

Dimotivasi Staf Biro Humas

Sederet prestasi prestasi yang diraih Basyirudin, ternyata sebagian besar tidak terlepas dari adanya motivasi dari seniornya ketika dulu bertugas Biro Humas PT Semen Padang. Staf yang mendorongnya berprestasi itu adalah Ariyanto Thaib, mantan Kepala Bidang Komunikasi yang kini telah pension.

“Pak Ariyanto Thaib bukan hanya sekedar atasan, tapi juga merupakan sosok guru bagi saya. Selama sembilan tahun bekerja di Biro Humas (1987-1996), saya banyak belajar dari beliau. Di antaranya, belajar menulis berita, videografi dan lain sebagainya,” ungkap Basyirudin.

Penghargaan seperti menulis berita online dan videograpi yang diraihnya itu, lanjut Basyirudin, tidak terlepas dari bimbinga Ariyanto Thaib. “Beliau lah yang mengajarkan saya bagaimana cara menulis berita dan mengambil video,” bebernya.

Meski sudah berusia 55 tahun, Basyirudin mengaku masih sanggup untuk bersaing pada setiap perlombaan yang diadakan PT Semen Padang maupun pihak eksternal. Baginya, perlombaan yang diikutinya bertujuan untuk berbagi ilmu dan memotivasi para karyawan untuk aktif di setiap perlombaan.

“Di samping memotivasi dan berbagi ilmu, tujuan lainnya adalah untuk mengukur kemampuan kami, karena dari perlombaan itulah kami jadi tahu sejauh mana kemampuan, meskipun umur sudah lebih setengah abad,” tutur Basyirudin.

Bangun Sistim Data Base dan Pustaka Mini

Basyirudin di lingkungan PT Semen Padang dikenal sebagai sosok karyawan yang ulet. Sejak berkarier di PT Semen Padang dari 1983 hingga sekarang, sudah banyak pos pekerjaan yang diamanahkan kepadanya. Diawali dengan proyek Indarung IV dari tahun 1983 sampai 1987, ia kemudian dipindahkan ke Biro Humas dari 1987-1996 akhir.

Setelah di Humas, Basyirudin kemudian dipindahkan ke bagian pemeliharaan instrument Indarung IV dari tahun 1997-2005. Setelah itu, di Biro Total Produktif Maintenance dari tahun 2005 sampai 2014. Sembilan tahun di sana, manajemen kemudian menariknya ke Biro Bindiklat dengan jabatan Kepala Urusan Bidang Knowledge Management.

Sejak 2014 hingga sekarang, Basyirudin terus berusaha memberikan yang terbaik kepada unit kerjanya. Oleh sebab itu, berbagai inovasi terus ia lakukan. Pada 2017 ini, salah satu ide brilian Basyirudin adalah menyiapkan sistim peminjaman buku di Perpustaakaan PT Semen Padang dari sistim manual menjadi sistim berbasis data.

“Saat ini sistim tersebut tengah dikerjakan. Target saya, sistim ini selesai awal 2018 nanti. Jika sudah selesai, maka karyawan yang ingin meminjam buku koleksi perpustakaan bisa login melalui website Perpustakaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Setelah login, maka muncul kanal pencarian. Di kanal pencarian itulah nantinya kita mencari judul dan jenis buku yang akan kita pinjam,” bebernya.

Setelah muncul buku yang dipinjam, barulah karyawan datang ke perpustakaan untuk meminjam buku yang diinginkan. “Artinya, website yang tengah kami bangun ini tidak hanya memudahkan karyawan, tapi juga dapat mengoptimalkan waktu yang dimiliki karyawan,” imbuhnya.

Selain membangun sistim perpustakaan berbasis data, di tahun terakhir sebelum pensiun, Basyirudin juga tengah merancang perpustakaan mini di setiap unit-unit kerja yang ada di PT Semen Padang. Untuk koleksi di pustaka mini tersebut, nantinya disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja.

Seperti unit kerja di pabrik misalnya. Di unit tersebut, akan disediakan buku bagaimana cara merawat peralatan pabrik, buku manajemen pabrik, buku manajemen resiko dan buku lainnya yang menyangkut sistim pekerjaan.

“Perpustakaan mini itu sudah menjadi program kerja 2017. Mudah-mudahan awal 2018 nanti, pustaka mini tersebut sudah mulai beroperasi, begitu juga dengan sistim data base peminjaman buku di perpustakaan,” pungkas Basyirudin.

Basyirudin lahir di Bayur, Kabupaten Agam, pada 5 Agustus 1962. Dari buah perkawinannya dengan Delfiati (49), ia dikaruniai tiga orang anak, masing-masing, Dolla Bestina (32), Heranof Al Basyir (28), dan Tesar Al Basyir (17). (Riki Suardi)

Penulis: Riki S